Tampilkan postingan dengan label penyiangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyiangan. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Oktober 2016
Cara Menanam Kembang Kol Yang Baik Dan Benar
Bunga kol (Brassica oleracea var. botrytis L. subvar. cauliflora DC) adalah jenis sayuran yang masuk dalam famili Brassicaceae (jenis kol dengan bunga putih kecil). Masyarakat Indonesia biasa menyebutnya kubis bunga atau blum kol (berasal dari bahasa Belanda Bloemkool). Tanaman ini berasal dari Mediterania yang memiliki iklim subtropis, dan dikembangkan oleh Mc.Mohan ahli benih dari Amerika pada tahun 1866. Bunga kol diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad XIX yang dibawa oleh orang-orang dari India.
Untuk membudidayakan bunga kol, awalnya hanya bisa ditanam di daerah yang memiliki temperatur minimum 15.50-180 C dan maksimum 240 C dengan kelembaban optimum antara 80-90%.. Tapi dengan diciptakannya kultivar baru yang tahan terhadap temperatur tinggi, membuat budidaya bunga kol juga dapat dilakukan di dataran rendah (0-200 m dpl) serta menengah (200-700 m dpl).
Bunga kol lebih menyukai tanah lempung daripada tanah yang liat, tapi bisa toleran pada tanah berpasir atau liat berpasir. Tanah harus subur, gembur serta mengandung banyak bahan organik. Unsur hara mikro yang ada pada tanah tidak boleh kekurangan magnesium (Mg), molibdenum (Mo) dan Boron (Bo). Jika kurang, maka harus dicukupi dari pupuk.
Untuk dapat membudidayakan kembang kol/bunga kol dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal, berikut kami tampilkan beberapa cara menanam kembang kol yang baik berikut ini :
I. Persemaian
Untuk menyemai bunga kol dapat dilakukan di dalam bumbung yang terbuat dari daun pisang atau kertas plastik berdiameter 4-5 cm dengan tinggi 5 cm atau menggunakan polybag berukuran 7×10 cm. Media yang digunakan adalah pupuk kandang dan campuran tanah halus dengan perbandingan 2:1. Sebelum digunakan, media harus disterilkan dengan cara mengukus media semai pada suhu 55-100˚C selama 30-60 menit. Dapat pula dengan menyiramkan larutan formalin 40% kemudian ditutup plastik selama 24 jam untuk selanjutnya diangin-anginkan.
Selama persemaian harus dilakukan penyiraman dua kali sehari, naungan persemaian dibuka setiap pagi dan sore, menyiangi gulma di sekitar tanaman, dan memberikan larutan urea dengan konsentrasi 0,5 gr per liter serta menyemprotkan pestisida ½ dosis.
II. Persiapan Lahan
Awal langkah persiapan lahan dilakukan dengan membuat bedengan selebar 80-100 cm dengan tinggi 35 cm, dan jarak antar bedeng 40 cm. Cara pembuatan Bedengan, yakni dengan membersihkan lahan dari tanaman liar dan sisa-sisa akar kemudian dicangkul sedalam 40-50 cm. Selain membuat bedengan juga dilakukanlah pengapuran lahan jika pH tanah lebih rendah dari 5,5. Dosis pengapuran antara 1-2 ton/ha dalam bentuk kalsit atau dolomit.
Kapur dimasukkan ke dalam tanah pada saat pembuatan bedengan. Selama pembuatan bedengan itu pula dilakukan pemupukan dengan dosis pupuk kandang berkisar antara 12,5-17,5 ton/ha, serta pupuk dasar berupa ZA, Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing 250 kg yang disebar me rata dan dicampur dengan tanah di bedengan.
III. Penanaman
Waktu tanam dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Sementara untuk bibit yang akan ditanam, harus memiliki 3-4 helai daun atau kira-kira berumur 1 bulan, dengan jarak tanam 50×50 cm untuk kultivar dengan tajuk melebar dan 45×65 cm untuk kultivar dengan tajuk tegak.. Saat penanaman, lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai merusakkan akar atau daun.
IV. Pemeliharaan
Untuk langkah-langkah pemeliharaan terdiri atas berbagai aktifitas diantaranya adalah:
a. Penyulaman
Untuk tanaman bunga kol yang rusak ( tidak sehat ) atau yang mati harus diganti dengan tanaman baru atau yang lazim disebut penyulaman. Penyulaman dilakukan sampai tanaman berumur 2 MST.
b. Penyiangan
Penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Penyiangan dihentikan pada akhir fase vegetative.
c. perempelan
Untuk tunas yang keluar dari cabang, harus dilakukan perempelan sedini mungkin agar ukuran dan kualitas massa bunga dapat terbentuk optimal. Setelah massa bunga terbentuk, agar massa bunga ternaungi dari cahaya matahari, maka daun-daun tua diikat. Penaungan berfungsi untuk mempertahankan warna bunga agar tetap putih.
d. pemupukan
Pemberian pupuk susulan sebanyak 3 kali dilakukan selama masa pertumbuhan:
- Pertama, diberikan 7-10 HST yang terdiri dari SP-36 150 kg/ha, Urea 75 kg/ha, ZA 150 kg/ha, dan KCl 75 kg/ha
- Kedua, diberikan 20 HST yang terdiri dari Urea 75 kg/ha, ZA 150 kg/ha SP-36 75 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha.
- Ketiga, diberikan 30-35 HST yang terdiri dari Urea 100 kg/ ha, ZA 150 kg/ha dan KCl 150 kg/ha. Jika perlu diberikan juga pupuk daun dengan kadar N dan K tinggi.
V. Pengairan dan Penyiraman
Agar tumbuh dengan baik, tanaman bunga kol harus diairi pada pagi dan sore hari, 1 terutama pada saat tanaman berada pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan bunga.
VI. Pengendalian HPT
Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman (HPT) kembang kol, dilakukan lewat rotasi tanaman dengan tanaman selain famili kubis-kubisan. Sedang untuk pengendalian biologis dengan cara mengaplikasikan organisme yang menjadi musuh bagi hama serta mengaplikasikan pestisida biologis atau kimiawi.
III. Penanaman
Waktu tanam dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Sementara untuk bibit yang akan ditanam, harus memiliki 3-4 helai daun atau kira-kira berumur 1 bulan, dengan jarak tanam 50×50 cm untuk kultivar dengan tajuk melebar dan 45×65 cm untuk kultivar dengan tajuk tegak.. Saat penanaman, lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai merusakkan akar atau daun.
IV. Pemeliharaan
Untuk langkah-langkah pemeliharaan terdiri atas berbagai aktifitas diantaranya adalah:
a. Penyulaman
Untuk tanaman bunga kol yang rusak ( tidak sehat ) atau yang mati harus diganti dengan tanaman baru atau yang lazim disebut penyulaman. Penyulaman dilakukan sampai tanaman berumur 2 MST.
b. Penyiangan
Penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Penyiangan dihentikan pada akhir fase vegetative.
c. perempelan
Untuk tunas yang keluar dari cabang, harus dilakukan perempelan sedini mungkin agar ukuran dan kualitas massa bunga dapat terbentuk optimal. Setelah massa bunga terbentuk, agar massa bunga ternaungi dari cahaya matahari, maka daun-daun tua diikat. Penaungan berfungsi untuk mempertahankan warna bunga agar tetap putih.
d. pemupukan
Pemberian pupuk susulan sebanyak 3 kali dilakukan selama masa pertumbuhan:
- Pertama, diberikan 7-10 HST yang terdiri dari SP-36 150 kg/ha, Urea 75 kg/ha, ZA 150 kg/ha, dan KCl 75 kg/ha
- Kedua, diberikan 20 HST yang terdiri dari Urea 75 kg/ha, ZA 150 kg/ha SP-36 75 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha.
- Ketiga, diberikan 30-35 HST yang terdiri dari Urea 100 kg/ ha, ZA 150 kg/ha dan KCl 150 kg/ha. Jika perlu diberikan juga pupuk daun dengan kadar N dan K tinggi.
V. Pengairan dan Penyiraman
Agar tumbuh dengan baik, tanaman bunga kol harus diairi pada pagi dan sore hari, 1 terutama pada saat tanaman berada pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan bunga.
VI. Pengendalian HPT
Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman (HPT) kembang kol, dilakukan lewat rotasi tanaman dengan tanaman selain famili kubis-kubisan. Sedang untuk pengendalian biologis dengan cara mengaplikasikan organisme yang menjadi musuh bagi hama serta mengaplikasikan pestisida biologis atau kimiawi.
Sumber: www.kebunpedia.com
Label:
budidaya,
bunga,
cara,
iklim subtropis,
kelembaban,
kembang kol,
menanam,
pemupukan,
penanaman,
penyiangan,
persemaian,
sawahnpupuk,
tanahnpetani,
tanaman
Jenis – Jenis Tanaman Buah Menggunakan Pot
Jenis – Jenis Tanaman Buah Menggunakan Pot – Tanaman pot memanglah sangat populer sekali beberapa tahun ini. Karena selain dapat untuk pohon pelindung atau perindang tanaman ini juga berguna untuk menghasilkan produksi buah yang bisa di konsumsi.
Pada umumnya keterbatasam lahan tidaklah menjadi sebuah alasan untuk bercocok tanam buah. Tetapi memerlukan sebuah strategi untuk mengatasi hal tersebut, jangan sampai penanaman buah dengan menggunakan pot ini mala menggangu sebuah aktivitas, namun malah sebaliknya membuat ketenangan dan kesejukan suasana.
Memanglah bibit yang di gunakan bisa di lakukan sendiri maupun membelinya di tempat penjualan bibit tanaman buah. Tetapi perlu di perhatikan tanaman yang paling cocok untuk media pot dan tanaman yang dapat menyesuaikan dengan media tanam.
Biasanya para penjual bibit sudah paham akan kondisi seperti ini yang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik menggunakan media pot. Pastinya akan menyarankan bahwa tanaman buah tersebut bisa tumbuh dengan baik di media tanah yang relatif kecil atau sedikit.
Penanaman ini tidaklah jauh beda dengan penanaman lainnya di lahan. Namun hanya perbedaan media tanam saja yang relatif kecil dan terbatas. Meskipun menggunakan metode penanaman menggunakan pot, tetapi harus juga memperhatikan jenis tanaman dan lokasi penanaman yang baik. Hal ini akan dapat mempercepat tanaman berbuah dan berkembang dengan baik di lingkungan yang relatif terbatas.
Jika sudah menguasi hal tersebut maka harus memperhatikan perawatan berupa penyiraman teratur dan pemupukan secara berskala dengan baik. Dan juga mengantisipasi serangan hama dan penyakit pada tanaman.
Ada beberapa tanaman yang baik untuk di tanam dengan menggunakan media pot, baik di halaman rumah maupun di lahan terdekat. Untuk penghematan lahan di sekitar.
Tanaman durian
Tanaman jeruk nipis
Tanaman mangga
Tanaman jambu biji
Tanaman jambu air
Tanaman buah naga
Tanaman kelengkeng
Tanaman rambutan
Tanaman sawo
Tanaman belimbing
Dan tanaman matoa
Tanaman tersebutlah yang dapat menggunakan media tanam di dalam pot. Untuk melakukan penanaman dengan maksimal dan menghasilkan produksi buah yang baik harus melakukan beberapa hal berikut:
penyiangan merupakan salah satu membersihkan sebuah gulma dan tanaman liar yang menggangu disekitar tanaman buah.
penyulaman merupakan salah satu menganti sebuah tanaman yang sudah mati dengan tanaman baru. Hal ini dilakukan bertujuan agar tanaman serentak atau tumbuh dengan sama tanaman buah lainnya.
penyiraman ini dilakukan setiap harinya yaitu 2 kali dalam satu hari. Namun apabila musim hujan tiba sebaiknya mengurangi penyiraman bertujuan agar tanaman tetap tumbuh dengan baik.
pemupukan dengan teratur dan berskala akan memperecapat pertumbuhan dengan menyuburkan tanah dan menormalkan ph tanah.
Penjarangan meruapakan hal yang sangat penting juga untuk media pot. Penjaran ini dilakukan bertujuan untuk mengurangi kontak langsung dengan daun dan ranting pada tanaman. Jika kontak langsung daun akan menghambat pertumbuhan pada tanaman buah pot.
Sumber: fredikurniawan.com
Label:
belimbing,
buah naga,
durian,
jambu,
jeni,
jeruk,
kelengkeng,
mangga,
pemupukan,
penjarangan,
penyiangan,
penyiraman,
penyulaman,
pot,
rambutan,
sawo,
tanaman
Langganan:
Postingan (Atom)

