Senin, 17 Oktober 2016

Cara Merawat Jambu Kristal Agar Berbuah Lebat

Cara Merawat Jambu Kristal Agar Berbuah Lebat


Cara Merawat Jambu Kristal Agar Berbuah Lebat –  Jambu krstal adalah salah satu jenis jambu yang digandrungi oleh banyak orang. Dagingnya yang renyah, rsanya yang manis, serta bijinya yang sedikit membuat jambu ini menjadi jambu yang paling favorit diantara jenis jambu yang lainnya. Ketika anda memiliki tanaman jambu ini atau ketika anda memiliki usaha penjualan jambu ini, tentunya anda ingin mendapatkan panen jambu kristal yang banyak dan terus menerus bukan? Dengan panen yang lebih lebat, tentunya akan berpengaruh terhadap penghasilan yang akan anda dapatkan.

Dengan perawatan yang tapat dan intensif, buah jambu kristal ini bisa memiliki berat lebih dari 500 gram. Untuk perawatan jambu kristal agar bisa tumbuh optimal, jenis tanah yang tanah yang tepat adalah tanah yang berpasir, gembur, dan juga banyak mengandung unsur organiknya. Walau begitu, di tanah liat dan berat pun, jambu ini juga masih bisa tumbuh dengan baik. Untuk kedalaman air dalam tanahnya yang baik adalah sekitar 50-200 cm, dengan pH sekitar 4-8. Sedangkan curah hujan optimumny adalah 2.000 mm per tahun. Agar hasil panennya lebih maksimal, maka jarak tanam antar jambu yang baik adalah 3×4 meter persegi.

Jambu kristal ini memiliki pola pembuahan yang mengikuti dari pola pertumbuhan serentak dari daun-daunnya. Sehingga seringkali jika ditanam pada daerah beriklim tropis, hanya akan memberikan tambahan yang tidak banyak ketika panen raya tiba, tergantung seberapa banyak daun yang tumbuh serentak. Pentalaksanaan adalah cara yang tepat untuk memaksimalkan jumlah panen jambu kristal ini. Maka pohon harus segera anda pangkas dan rompes setelah anda melakukan panen. Hal ini bertujuan agar di musim berikutnya daun bisa muncul secara serentak, sehingga panen lebih maksimal.

Kemudian yang harus anda waspadai dalam pembudidayaan jambu kristal adalah masalah hama. Yang sering menyerang tanaman jambu ini adalah lalat buah serta kutu putih. Untuk menanggulanginya anda bisa menggunakan insektisida organik.

Apabila anda ingin panen sepanjang tahun, maka ketika musim kering anda harus selalu mengairinya dan juga memangkas daun secara ringan dan berulang-ulang untuk memicu pucuknya agar bisa berproduksi sepanjang tahun. Apabila panen hendak didaurkan, maka perlu diberikan pupuk dasar setelah panen, dan ditambahkan pupuk daun dalam dosis kecil, dengan komposisi 1,6% N, 1,4% K, 0,26% P, 0,3% Mg, dan 1,25% Ca. Untuk pohon muda yang nampak subur, cabang utama bisa anda bengkokkan ke bawah lalu dipangkas untuk merangsang tunas lateral agar segera bersemi.

Ketika musim awal berbuah, potonglah cabang yang subur agar terbentuk struktur pohon terbuka. Apabila pohonnya berbuah sangat baik, maka cabangnya akan cepat dewasa, lalu cabang yang menggantung dipotong supaya tinggal ranting yang muda.

Setelah dilakukan penjarangan, bungkuslah buah jambu tersebut agar kualitasnya lebih bagus serta untuk melindungi dari serangan lalat buah. Dan petiklah buah dalam keadaan yang masih hijau agar tidak segera terjadi pembusukan.

Begitulah cara merawat jambu kristal agar bisa mendapatkan panen yang lebih lebat dan bisa berlangsung sepanjang tahun.

Sumber: www.matapencaharian.com

Budidaya Melinjo

Budidaya Belinjo / Melinjo



      Pohon melinjo tumbuh liar di hutan-hutan hujan, pada ketinggian sampai 1200 m dpl.; umum dijumpai di pinggiran sungai di Niugini. Lahan yang mengalami musim kering yang nyata tampaknya disenangi untuk pembudidayaan melinjo, barangkali karena panennya dapat sekaligus pada lingkungan yang demikian itu. Rupa-rupanya tidak ada persyaratan khusus mengenai kualitas tanah dan kedalamannya, tetapi diperlukan retensi kelembapan yang memadai, demikian juga air rembesan atau irigasi, untuk menjembatani musim kemarau. Pohon melinjo dianjurkan untuk program penghijauan wilayah.



         Pedoman Budidaya
      Pohon melinjo diperbanyak dengan benih atau cangkokan, juga dapat dilakukan perbanyakan dengan setek atau sambungan. Uncuk sejumlah kecil pohon semai yang tumbuh spontan di bawah-bawah pohon yang berbuah dapat dikumpulkan dan dipelihara di persemaian sampai cukup besar untuk ditanam di lapangan. Untuk memperoleh pohon dalam jumlah besar, buah-buah matang berukuran besar yang telah berjatuhan dari pohonnya, dikumpulkan. Kulit buahnya dibuang dan bijinya dikering-anginkan serta disimpan sampai cerkumpul dalam jumlah yang besar. Benih yang akan ditumbuhkan diprasemaikan (pre-germinated) dalam kotak yang diisi dengan beberapa lapis pasir yang letaknya berselang-seling dengan lapisan benih. Setelah 3 bulan disirami setiap hari, perkecambahan celah cukup maju, sehingga benih ini dapac dipindahkan ke persemaian sampai berkecambah, dan semai-semai itu dipelihara lebih lanjut, mula-mula di bawah naungan selama 6 bulan atau lebih, kemudian dipindahtanamkan ke lapangan pada awal musim hujan. Penggunaan cangkokan memiliki keuntungan, bahwa kita dapat memilih pohon induk cerbaik, juga tanaman mudanya dapat berbuah dalam 2-3 tahun secelah penanaman, dan hanya pohon betina (yang mampu menghasilkan biji) yang akan diperoleh. Keberhasilan pencangkokan bergantung kepada letak tempat pengirisan (cincturing): bagian atas dari cincin kulit luar yang akan dibuang harus berada di ujung buku yang membengkak. Tumbuhnya perakaran berlangsung 2 bulan atau lebih. Cangkokan itu harus dipelihara selama beberapa waktu setelah dipisahkan dari pohon induknya sebelum ditanam di lapangan. Cangkokan hendaknya dipangkas untuk menjadikan seimbang antara bagian atas dan perakarannya, dan dicumbuhkan dalam pot, serta disimpan di bawah naungan. Melinjo biasa dipelihara sebagai pohon pekarangan atau ditanam di batas-batas lahan, juga dijadikan kebun buah-campuran (seperci halnya dijumpai di sekitar Jakarta), dan bahkan sebagai tanaman monokultur (seperti dijumpai di dekat Batang, Jawa Tengah). Pohon melinjo ditanam dengan jarak 5 m, dan setelah tumbuh dengan baik praktis tidak memerlukan pemeliharaan, selain penyiangan sewaktu-waktu.



      Pohon melinjo dapat segera pulih dari pemangkasan yang dilakukan untuk membatasi tinggi pohon, dengan maksud untuk merangsang terjadinya pucuk secara serempak, yang akan dimanfaatkan sebagai sayuran, atau untuk memperbaiki bentuk pohon setelah berulang-ulang dipanen pucuknya. Belumlah jelas, sampai sejauh mana pemanenan pucuk mengganggu pembuahan. Perbungaan muncul dari pucuk muda, juga dari cabang-cabang yang lebih tua. Tidak dijumpai informasi mengenai penyerbukan dan pembentukan buah. Pohon melinjo dipanjat untuk dipetik buahnya: karena cabangnya mudah sekali patah, sehingga pemanjatan selalu menimbulkan risiko.


         Hama dan Penyakit
      Tak ada laporan mengenai hama dan penyakit, kecuali adanya penggerek dan semacam serangga pengisap yang dijumpai di kabupaten Batang, yang kadang-kadang menghancurkan panen. Pohon melinjo mungkin perlu dijaga dari serangan tikus dan bajing.


         Panen dan Pasca Panen
      Di Sumatra Barat tidak jelas adanya musim panen, dan pohon melinjo yang besar-besar dilaporkan menghasilkan 20.000-25.000 butir buah per tahun. Di Filipina, buah melinjo masak lebih awal, yaitu pada musim hujan (JuniJuli).

     Melinjo ternyata sangat berkhasiat sebagai antioksidan. Tri Agus Siswoyo PhD, peneliti di Pusat Penelitian Biologi Molekuler, Universitas Jember, Jawa Timur menguji aktivitas antioksidan ekstrak akar, daun, biji dan batang melinjo untuk menangkal radikal bebas. Ternyata semua bagian tanaman itu bersifat antioksidan. Kemampuannya adalah: 
     -Ekstrak akar : 37,27 mg VCEAC (Vitamin C Equivalent Antioxidant Capacity)
     -Ekstrak daun : 36,66 mg VCEAC
     -Ekstrak biji : 34,08 mg VCEAC
     -Ekstrak batang : 32,52 mg VCEAC

     Menurut Siswoyo, ekstrak melinjo mengandung 9-11% protein yang berpotensi sebagai antioksidan. Kandungan protein utama dalam melinjo berukuran 30 kilo dalton efektif mengusir radikal bebas. Radikal bebas adalah salah satu penyebab utama timbulnya kanker dan mempercepat proses penuaan.
Oleh karena itu, melinjo berpeluang sebagai sumber nutraseutikal-substansi yang bermanfaat bagi kesehatan, termasuk mencegah dan mengobati penyakit.

     Kesadaran akan khasiat melinjo ini ternyata sudah diketahui oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Di Jepang, melinjo bahkan dibikin tepung untuk bahan baku aneka makanan seperti kue dan roti, tidak seperti di Indonesia yang terbatas hanya dibikin emping dan sebagai bahan untuk sayur. Bahkan sebagian masyarakat Jepang ada yang mempunyai kebiasaan mencampurkan tepung melinjo dalam minuman teh. Mereka ingin memperoleh khasiat melinjo saat menyeruput teh. Takarannya adalah setengah sendok teh. Menurut mereka penambahan tepung melinjo pada teh mereka membuat teh mereka menjadi kental dan nikmat. Selain itu, tepung melinjo di Jepang juga sering dibuat untuk saus salad.

     Masyarakat Jepang menyukai melinjo karena setelah diadakan uji khasiat stilbenoid dari biji melinjo yang dilakukan Yuji Tokunaga, di University of Fukui Jepang, melinjo dapat menangkal radikal bebas, menghambat aktivitas enzim lipase dan amilase serta sebagai antimikroba.

     Stilbenoid dari biji melinjo terbukti mampu menghambat kerja enzim lipase, sehingga berpotensi menekan penumpukan dan penyerapan lemak dalam tubuh. Stilbenoid dari biji melinjo juga dapat menghalangi aktivitas enzim amilase. Akibatnya, perombakan karbohidrat menjadi glukosa terhambat. Sehingga melinjo berpotensi sebagai pengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes. Sebagai antimikroba, ekstrak melinjo efektif membunuh mikroorganisme jahat.

     Penelitian Tokunaga memperlihatkan salad yang diberi ekstrak melinjo lebih awet ketimbang yang tidak diberi ekstrak melinjo. Karena pertumbuhan bakteri pada salad yang diberi ektrak melinjo jadi lebih sedikit. Penelitian itu dilakukan selama tiga hari. Hal itu mengindikasikan bahwa ekstrak melinjo dapat menekan pertumbuhan bakteri.


DAUN 
     Beberapa literatur menyebutkan, secara empiris daun melinjo dapat mempermudah persalinan. Caranya adalah dengan mengambil beberapa lembar daun melinjo yang tidak terlalu tua tapi juga tidak terlalu muda, lalu daun itu dicuci dan diiris2, setelah itu dijemur hingga kering. Setelah kering seduh dengan air panas seperti membuat teh, lalu ramuan air daun melinjo itu diminum 2 kali sehari hingga kehamilan mencapai 8 bulan lebih.

     Kebiasaan menggunakan daun melinjo untuk mempermudah proses melahirkan ini sudah banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia, tapi belum ada penelitian khusus tentang hal ini. (Berbagai sumber).

Sumber: usaha-swadaya.blogspot.co.id

Sekilas Mengenai Cara Budidaya Merica

Sekilas Mengenai Cara Budidaya Merica



Indonesia dikenal dengan banyak sekali jenis tanaman rempah yang bisa menghasilkan berbagai jenis rempah. Dikarenakan kebutuhan akan rempah yang semakin tinggi, maka banyak orang yang memutuskan untuk memulai belajar tentang teknik budidaya jenis tanaman ini. Harga rempah yang cukup tinggi juga menjadi salah satu latar belakang banyaknya orang yang melakukan budidaya tanaman rempah di Indonesia.

Salah satu jenis rempah yang cukup terkenal adalah lada atau merica. Lada atau merica yang didapat di pasaran merupakan buah yang dihasilkan oleh pohon lada. Saat ini telah semakin banyak orang yang memiliki perkebunan lada sendiri dan memulai bisnis budidaya lada baik dalam skala kecil maupun skala besar. Untuk menghasilkan lada dengan kualitas yang bagus, ada beberapa hal yang perlu anda ketahui mengenai budidaya tanaman ini.

Pengenalan Tanaman Lada
Hal pertama yang harus anda ketahui adalah karakteristik dan syarat tumbuh tanaman lada. Agar dapat tumbuh dengan subur, jenis tanaman ini memerlukan beberapa syarat seperti curah hujan antara 2.000 sampai 3.000 mm per tahun, cukup mendapat sinar matahari, suhu udara antara 20 sampai 34 derajat Celcius, kelembaban udara antara 60 hingga 80 persen, serta terlindung dari hembusan angin kencang.

Mendapatkan bibit lada yang baik adalah salah satu syarat utama yang harus anda lakukan sebagai tahap persiapan dalam budidaya tanaman lada. Ada berbagai cara yang bisa anda lakukan untuk mendapatkan bibit lada dengan kualitas baik. Anda dapat melakukan proses pembibitan sendiri dengan menggunakan biji atau anda juga bisa membeli bibit lada siap tanam dari para penyedia bibit lada.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam cara bercocok tanam tanaman lada adalah pengolahan atau persiapan media tanam. Adapun syarat-syarat media tanam yang baik antara lain adalah kaya akan bahan organik, tidak tergenang, tidak terlalu kering, memiliki pH seimbang, memiliki kandungan humus yang baik, kemiringan lahan tidak lebih dari 300, ketinggian lahan antara 300 sampai 1.100 m dari permukaan laut. Jenis tanah yang bisa digunakan antara lain adalah Lateritic, Latosol, dan Utisol.

Pembibitan dan Teknik Penanaman
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pembibitan adalah kemurnian jenis bibit, berasal dari induk yang sehat, bebas dari hama, serta berasal dari induk yang sudah berumur antara 1 sampai 3 tahun. Kebutuhan bibit per hektar adalah rata-rata 2.000 bibit.

Selain pembibitan, hal lain yang perlu diketahui mengenai cara budidaya tanaman lada adalah cara pengolahan media tanamnya. Mencangkul dan mengapuri lahan adalah hal penting agar lahan menjadi gembur dan terjaga tingkat keasamannya. Perlu diperhatikan juga dosis kapur yang digunakan dalam proses pengapuran agar didapat lahan dengan tingkat keasaman yang seimbang.

Teknik atau cara tanam yang digunakan dalam proses budidaya tanaman lada adalah system monokultur dengan jarak tanam 2 x 2 m. Lubang tanam dibuat dengan bentuk limas dengan kedalaman sekitar 50 cm. Lubang harus dibiarkan selama 10 sampai 15 hari sebelum ditanami dengan bibit. Waktu penanaman yang ideal adalah pada musim hujan. Jangan lupa untuk menambahkan pupuk kandang pada saat proses penanaman bibit.

Hal lain yang perlyu diperhatikan dalam cara menanam lada adalah pembuatan sulur panjat. Tanaman lada adalah termasuk tanaman merambat sehingga anda harus menggunakan tiang panjat sebagai tempat bagi tanaman untuk merambat dan tumbuh dengan baik. Pada awal penanaman dapat dibantu dengan mengikat tanaman pada tiang rambat yang dapat dilepas dengan mudah ikatannya apabila tanaman telah kuat melekat pada tiang rambat.

Selain penanaman yang baik, perlu juga dilakukan proses perawatan untuk menjaga kualitas lada yang dihasilkan. Perawatan tanaman lada antara lain adalah penyiangan, pemangkasan, pemupukan berkala, pengairan, pemberian mulsa, serta pengendalian hama.

Sumber: 1001budidaya.com

Cara Budidaya Bawang Putih

Cara Budidaya Bawang Putih



Pengantar
Tanaman bawang putih (Allium sativum) hampir identik dengan sayur dataran tinggi. Namun, sekarang tanaman ini banyak ditanam di dataran rendah. Lahan penanamannya adalah sawah yang habis ditanami padi. Hasilnya cukup baik walau tak sebaik produksi di dataran tinggi. Kuncinya adalah pemilihan jenis yang cocok untuk dataran rendah.

Syarat tumbuh
Kendala budi daya bawang putih dataran rendah ialah bila tak terpenuhinya cuaca yang sejuk dan kering saat pembentukan umbi. Untuk mengakalinya, bawang putih ditanam pada bulan mei, Juni, atau Juli. Menanam pada musim hujan tak dianjurkan karena tanah jadi terlalu basah dan temperaturnya tak baik untuk pertumbuhan umbi.

Tanah yang disukai bawang putih pH-nya 6,5-7,5. Oleh karena itu, untuk tanah yang asam harus diberi kapur dahulu hingga mendekati netral.

Kembali ke Daftar Isi

Varietas yang dianjurkan
Varietas bawang putih yang cocok dikembangkan di dataran rendah adalah sebagai berikut.

a. Lumbung putih
Daerah yang pertama mengembangkannya adalah Yogyakarta. Umbinya berwarna putih. Ukuran dan berat siung tidak teratur. Sebuah umbi memiliki berat sekitar 7 g dengan diameter 3-3,5 cm, jumlah siung per umbi 15-20 buah. Daun berukuran sempit, lebarnya kurang dari 1 cm. Posisi daun tegak. Produksi rata-ratanya 4-7 ton/ha.

b. Jati barang
Banyak dikembangkan di daerah Brebesm Jawa Tengah. Umbinya tak putih benar melainkan kekuningan tetapi kulit luarnya tetap putih. Penampilan umbi agak kecil, diameter sekitar 3,5 cm. Sebuah umbi memiliki berat sekitar 10-13 g. Ada 15-20 siung yang tersusun secara tak teratur pada umbi. Rata-rata produksinya antara 3-3,5 ton/ha.

c. Bagor
Varietas ini berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Kulit umbinya yang putih buram berdiameter 3-3,5 cm. Umbinya berwarna kuning. Bentuk umbi tak terlalu bulat melainkan agak lonjong. Berat sebuah umbi hanya 8-10 dengan jumlah siung 14-21 per umbi. Dari satu hektar lahan dapat dihasilkan 5-7 ton bawang putih.

d. Sanur
Bawang putih varietas sanur banyak dikembangkan di Pulau Dewata, Bali Umbinya berukuran besar, berdiameter 3,5-4 cm. Sebuah umbi memiliki berat 10-13 g. Selubung kulit berwarna putih, umbinya sendiri berwarna kuning. Susunan siung pada umbi tidak teratur dengan jumlah siung per umbi 15-20 buah. Hasil umbi yang dapat dipanen sekitar 4-6 ton/ha.

Varietas bawang putih yang terkenal seperti lumbu hijau dan lumbu kuning kurang mampu beradaptasi dengan dataran rendah. Lumbu hijau cocok untuk dataran tinggi, sedangkan lumbu kuning masih toleran dengan dataran medium.

Kembali ke Daftar Isi

Bibit
Bibit bawang putih yang baik penting untuk mendapatkan pertumbuhan lapang dan hasil yang tinggi. Sebaiknya bibit bawang putih memenuhi kriteria-kriteria berikut.

a. Bagian pangkal batang padat (berisi penuh dan keras).
b. Siung berpenampilan licin dan tegar, tidak kisut.
c. Tunas terlihat segar bila siung dipatahkan.
d. Berat siung sekitar 1,5-3 g, bentuk normal.
e. Bebas hama-penyakit.

Bila bibit yang digunakan beratnya 3 g/siung maka kebutuhan per hektarnya adalah 1.600 kg. Sedang untuk ukuran siung yang kecil (sekitar 1 g) menghabiskan 670 kg/ha.

Meskipun yang ditanam sebagai bibit adalah siung, tetapi kalau membeli bibit sebaiknya dalam bentuk umbi. Hal itu disebabkan bawang putih dalam bentuk umbi lebih tahan lama daripada bentuk siung. Umbi boleh dipecah menjadi siung paling tidak 1-2 hari sebelum tanam.


Penanaman
Sawah yang sudah ditanami padi adalah lahan yang cocok untuk bawang putih dataran rendah. Petani memang sering menyeling penanaman sawahnya. Bila sawah ingin ditanami palawija juga maka pola tanam yang dianjurkan adalah sebagai berikut.

padi > bawang putih > jagung > padi > bawang putih

Sebelum penanaman, lahan diolah terlebih dahulu. Tanah yang asam dinetralkan sebulan sebelum tanam. Bila pH kurang dari 6, dosis kapurnya sekitar 1-2 ton/ha.

Seandainya bekas panen pada sawah masih ada maka perlu dibersihkan. Lantas buat bedeng-bedengan yang lebarnya 80-120 cm dan tingginnya 40 cm. Panjang bedengan bisa disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antar bedengan antara 10-20 cm. Nantinya ini akan berguna sebagai saluran air dan tempat lalu lalang saat melakukan pemeliharaan atau panen.

Apabila lahan yang hendak ditanami bukan bekas sawah, tanah harus dibajak atau dicangkul hingga benar-benar gembur. Bila tak gembur, bisa berakibat fatal pada produksi. Seperti diketahui bawang putih adalah tanaman yang dipanen umbinya. Prinsip budi daya yang diterapkan adalah mengupayakan semaksimal mungkin pertumbuhan umbi tersebut. Tanpa tanah yang gembur umbi akan sulit berkembang.

Setelah tanah gembur, dilanjutkan dengan ukuran siung benih yang dipakai. Siung besar membutuhkan jarak tanam renggang sekitar 15 x 10 cm. Untuk pembibitan digunakan jarak tanam 10 x 10 cm. Posisi siung saat ditanam tegak. Kedalamannya 5-7 cm dari permukaan tanah.



Pemeliharaan
Mulsa perlu diberikan setelah bibit ditanam. Mulsa yang murah adalah alang-alang atau jerami padi. Tutupi bedengan secara merata setebal 3 cm.

Gulma secara tak langsung sudah terhalang pertumbuhannya dengan adanya mulsa. Akan tetapi, gulma yang tumbuh di saluran air atau sela-sela mulsa tetap perlu dicabut. Apabila areal pertanaman bawang putih cukup luas maka gulma dapat diberantas dengan herbisida TOK 50 WP.

Saluran air yang dibuat perlu dialiri agar tanaman tumbuh baik. Bila musim hujan penyiraman hanya dilakukan saat tampak kekurangan air. Saat musim kemarau perlu pengairan sendiri yang intensif. Caranya dapat dengan melakukan penyiraman ke bedengan pertanaman ataupun dengan penggenangan saluran-saluran air.



Pemupukan
Lahan seluas satu hektar membutuhkan pupuk kandang sebanyak 10-20 ton. Pemberiannya cukup dengan cara mencampurkan secara merata pada bedengan. Pemberian pupuk kandang umumnya pada saat pengolahan tanah atau sebelum tanam.

Tambahan pupuk kimia seperti Urea, TSP, dan ZK 200 kg per hektar. Pemberian dilakukan secara bertahap, yakni saat tanaman berumur 15, 30, dan 40 hari.


Hama dan penyakit
Jenis hama yang sering mengganggu tanaman bawang putih antara lain Thrips tabaci atau hama bodas. Gejala serangan terlihat pada daun berupa bercak mengilap dan luka bekas gigitan yang berbentuk bintik-bintik berwarna putih. Perkembangan dan penyebaran hama ini cepat sekali. Cara mengatasinya dengan insektisida fosfororganik, seperti Bayrusil 250 EC yang mengandung bahan aktif kuinalfos, Mesurol 50 WP yang mengandung bahan aktif merkaptodimetur, ataupun Azodrin 15 WSC dan Nuvacron 20 SCW yang mengandung bahan aktif monokotofos. Konsentrasi insektisida yang dipakai 2 ml/l air. Semprotkan setiap 7 hari sekali saat tanaman baru tumbuh hingga berumur 10 minggu sebagai pencegahan.

Tanaman bawang putih yang diserang tungau menunjukkan gejala sebagai berikut. Dari kejauhan daun terlihat berwarna abu-abu karena cairan daunnya dihisap tungau. Bila musim kemarau lebih banyak lagi tungau menyerang. Karena tak begitu berbahaya, hama ini kurang ditakuti. Untuk pengendaliannya, digunakan akarisida, seperti Meotrin 50 EC yang mengandung bahan aktif fenpropatrin atau Roxion 40 EC yang mengandung bahan aktif dimetoat. Konsentrasinya 2 ml/l air. Penyemprotan dimulai sejak tanaman berumur 9 minggu hingga 2 minggu sebelum panen dengan selang waktu seminggu sekali.

Penyakit mati ujung daun disebabkan oleh cedawan Phytophtora porri. Mula-mula ujung daun berbercak kuning. Setelah itu cendawan turun ke bawah dan ujung daun mengering berwarna putih. Akhirnya daun mati seperti dipilin. Bila cuaca lembab, kerusakan akan lebih parah. Tindakan penanggulangannya adalah dengan memberikan fungisida Benlate dengan konsentrasi 0,5 g/l air. Bisa juga dengan menyemprotkan Dithane M-45 dengan konsentrasi 1-2 g/l. Sejak tanam hingga umur 60 hari fungisida disemprotkan dengan interval 7 hari.

Penyakit downy mildew atau embun tepung disebabkan oleh mikroorganisme Perenspora destructor. Gejala serangannya dimulai dengan munculnya bintik abu-abu atau hijau pucat. Warna bintik berubah menjadi ungu kemudian kuning. Daun mengering, menjalar hingga ke pangkal. Akhirnya daun seprti tertutup tepung hitam yang merupakan cendawan itu sendiri. Untuk penanggulangannya semprotkan Dithane M-45 dengan konsentrasi 2 g/l air. Penyemprotan dilakukan seminggu sekali. Saat cuaca berkabut atau hujan jarak semprot bisa dirapatkan menjadi 2 kali seminggu. Waktu semprot mulai dari tanaman berumur 15 hari hingga 2 minggu sebelum panen.



Panen
Bila ditanam sekitar Mei-Juli maka bulan Agustus-Oktober sudah dapat dipanen. Panen dilakukan saat tanaman berumur 90-120 hari dari saat tanam.

Ciri-ciri bawang putih siap panen terlihat pada daunnya yang menguning atau kering serta tangkai batang yang mengeras. Bila ciri-ciri ini terlihat sudah 50% dari total tanaman maka panen dapat dilakukan.

Panen dilakukan dengan cara mencabut semua bagian tanaman. Di sentral produksi bawang putih panen biasa dilakukan dengan serombongan tenaga kerja yang terkoordinir. Maksudnya agar panen tak memakan waktu terlalu lama dan hasil per petak atau per hektarnya segera diketahui. Kebanyakan petani mengumpulkan bawnag putih dalam bentuk ikatan-ikatan. Satu ikat biasanya terdiri dari 30 tangkai.

Akar dan daun dibuang dengan menyisakan pangkal daunnya. Selanjutnya tindakan pascapanen dilakukan agar pangkal daun menjadi kering. Untuk ini dilakukan penjemuran selama 15 hari. Sinar matahari terik tidak boleh langsung mengenai umbi bawang putih. Oleh karena itu, lebih baik dijemur di teritisan rumah atau tempat terlindung. Pada malam hari umbi diletakkan di tempat terlindung.

Setelah kering umbi diletakkan di para-para bambu atau gudang yang baik. Sebaiknya gudang difumigasi dahulu agar bebas hama. Pestisida Photoxin 55% bisa disemprotkan sebagai fumigan.

Sumber: 1001budidaya.com

Cara Menanam Lobak

Cara Menanam Lobak



Pendahuluan Lobak adalah tumbuhan yang termasuk famili: Cruciferae. Bentuk umbi lobak seperti wortel, tapi isi dan kulitnya berwarna putih. Saat ini daerah yang banyak ditanami lobak adalah dataran tinggi Pangalengan, Pacet,Cipanas, dan Bedugul. Luas areal tanaman lobak di Indonesia saat ini berkisar 15.700 ha. Syarat Tumbuh Tanah yang baik untuk tanaman lobak adalah tanah gembur, mengandung humus (subur) dan lapisan atasnya tidak mengandung kerikil (batu-batu kecil). Tanaman mudah ditanam baik di dataran rendah maupun tinggi (pegunungan). Derajat keasaman tanah 5-6. Waktu tanam adalah musim hujan atau awal musim kemarau. Namun kalau menanam pada musim kemarau, tanaman harus cukup air. Benih & Bibit Lobak ditanam dari bijinya. Bibit lobak tidak perlu didatangkan dari luar negeri (impor), cukup dari hasil biji sendiri karena tanaman ini mudah berbunga dan berbiji. Biji-biji tersebut dapat ditanam langsung di kebun tanpa disemai terlebih dulu. Untuk penanaman seluas 1 ha diperlukan biji sebanyak 5 kg dengan daya kecambah 75%. Persiapan Lahan Sebelum biji ditanam, lahan yang akan ditanami diolah terlebih dulu dengan dicangkul sedalam 30-40 cm. Kemudian diberi pupuk kandang fermentasi atau kompos 5 ton/ha. Setelah tanah diratakan, semprot dengan larutan POC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air  & WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air merata di permukaan lahan, diamkan selama 7 hari. Dibuat alur dengan jarak antaralur 30 cm.Sebaiknya alur tersebut dibuat membujur dari arah barat ke timur agar sinar matahari masuk ke tanaman sebanyak-banyaknya. Penanaman. Biji langsung ditanam tanpa disemai terlebih dahulu. Biji ditanam pada lubang tanam sebanyak (2-3) biji/lubang tanam. Ditutup dengan tanah tipis-tipis. Biji akan tumbuh setelah 4 hari kemudian. Untuk meningkatkan kesehatan tanaman, pertumbuhan akar, dan untuk meningkatkan ketersediaan hara, semprot dengan larutan POC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air  & WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air. Pemeliharaan tanaman Setelah umur 2-3 minggu, tanaman mulai disiang sambil dibuat guludan. Guludan dibuat dengan cara tanah di sepanjang barisan tanaman ditinggikan. Penyiangan (weeding) dilakukan (2–3) kali, dengan menyingkirkan gulma di sekitar daerah perakaran. Sambil tanah didangir, tanaman diperjarang. Caranya tanaman yang tumbuh kerdil dicabut dan yangsubur ditinggalkan. Setelah diperjarang, jarak tanaman menjadi 10-20 cm. Pemupukan. Pada umumnya petani jarang memberikan pupuk buatan. Akan tetapi agar diperoleh hasil yang memuaskan, tanaman lobak sebenarnya perlu diberikan pupuk buatan. Pupuk dasar, pupuk yang digunakan, untuk lahan seluas 1 ha, adalah campuran (3 –5 ) ton pupuk kandang fermentasi + 40 kg Urea + 10 kg SP-36 + 10 kg KCl. Pupuk diberikan dalam lubang tugal sekitar 5 cm dari tanaman pada (3–7) hari setelah tanam, diaduk secara merata, dan disebar merata pada bedengan/alur tanam. Pupuk sebaiknya diberikan pada waktu tanah didangir. Pupuk susulan, sebagai pupuk susulan gunakan campuran 20 kg Urea + 20 kg SP-36 + 40 kg KCl, diberikan pada (25-30) HST. Pupuk ditempatkan di sekeliling tanaman, dan selanjutnya dilakukan pembumbunan, sehingga membentuk guludan, yang berasal dari tanah di sepanjang barisan yang ditinggikan. Pemupukan dilakukan setelah penyiangan gulma. Penyemprotan larutanPOC WarungTani I dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air  & WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air dilakukan pada 4 – 30 HST, dengan cara disemprotkan berkala 5 – 7 hr sekali pada tanaman secara merata. Sedangkan penyemprotan larutanPOC WarungTani II dosis 10 ml/lt air, WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air  & WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air dilakukan pada 30 – 60 HST, dengan cara disemprotkan berkala 5 – 7 hr sekali pada tanaman secara merata. Hama & Penyakit Untuk mencegah penyakit pada tanaman lobak, dilakukan penyemprotan larutan WT Bakterisida dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air  & WT Ajuvant  dosis 2 ml/lt air setiap 2 minggu. Pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dilakukan dengan WT Bvr  dosis 10 ml/lt air, WT Trico/Glio dosis 10 ml/lt air & WT Ajuvant  dosis 2 ml/lt air Panen. Umur panen pada tanaman lobak adalah 60 HST. Pemungutan buah jangan sampai terlambat, karena keterlambatan dalam memungut hasil akan menyebabkan umbi menjadi kayu dan rasanya juga tidak enak (kapus-kapus). Jika hal tersebut terjadi, umbi lobak tidak akan laku dijual. Tanaman yang terawat dapat menghasilkan umbi 15-20 ton/ha. Bahkan ada jenis lobak yang dapat menghasilkan umbi beratnya hingga mencapai 0,5-1 kg tiap tanaman dan rasa umbinya pun enak dimakan.

Sumber: tanamandanmakanancindiaf.blogspot.co.id

Cara Menanam Kembang Kol Yang Baik Dan Benar

Cara Menanam Kembang Kol Yang Baik Dan Benar


Bunga kol (Brassica oleracea var. botrytis L. subvar. cauliflora DC) adalah jenis sayuran yang masuk dalam famili Brassicaceae (jenis kol dengan bunga putih kecil). Masyarakat Indonesia biasa menyebutnya kubis bunga atau blum kol (berasal dari bahasa Belanda Bloemkool). Tanaman ini berasal dari Mediterania yang memiliki iklim subtropis, dan dikembangkan oleh Mc.Mohan ahli benih dari Amerika pada tahun 1866. Bunga kol diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad XIX yang dibawa oleh orang-orang dari India.

Untuk membudidayakan bunga kol, awalnya hanya bisa ditanam di daerah yang memiliki temperatur minimum 15.50-180 C dan maksimum 240 C dengan kelembaban optimum antara 80-90%.. Tapi dengan diciptakannya kultivar baru yang tahan terhadap temperatur tinggi, membuat budidaya bunga kol juga dapat dilakukan di dataran rendah (0-200 m dpl) serta menengah (200-700 m dpl).

Bunga kol lebih menyukai tanah lempung daripada tanah yang liat, tapi bisa toleran pada tanah berpasir atau liat berpasir. Tanah harus subur, gembur serta mengandung banyak bahan organik. Unsur hara mikro yang ada pada tanah tidak boleh kekurangan magnesium (Mg), molibdenum (Mo) dan Boron (Bo). Jika kurang, maka harus dicukupi dari pupuk.

Untuk dapat membudidayakan kembang kol/bunga kol dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal, berikut kami tampilkan beberapa cara menanam kembang kol yang baik berikut ini :

I. Persemaian

Untuk menyemai bunga kol dapat dilakukan di dalam bumbung yang terbuat dari daun pisang atau kertas plastik berdiameter 4-5 cm dengan tinggi 5 cm atau menggunakan polybag berukuran 7×10 cm. Media yang digunakan adalah pupuk kandang dan campuran tanah halus dengan perbandingan 2:1. Sebelum digunakan, media harus disterilkan dengan cara mengukus media semai pada suhu 55-100˚C selama 30-60 menit. Dapat pula dengan menyiramkan larutan formalin 40% kemudian ditutup plastik selama 24 jam untuk selanjutnya diangin-anginkan.

Selama persemaian harus dilakukan penyiraman dua kali sehari, naungan persemaian dibuka setiap pagi dan sore, menyiangi gulma di sekitar tanaman, dan memberikan larutan urea dengan konsentrasi 0,5 gr per liter serta menyemprotkan pestisida ½ dosis.

II. Persiapan Lahan

Awal langkah persiapan lahan dilakukan dengan membuat bedengan selebar 80-100 cm dengan tinggi 35 cm, dan jarak antar bedeng 40 cm. Cara pembuatan Bedengan, yakni dengan membersihkan lahan dari tanaman liar dan sisa-sisa akar kemudian dicangkul sedalam 40-50 cm. Selain membuat bedengan juga dilakukanlah pengapuran lahan jika pH tanah lebih rendah dari 5,5. Dosis pengapuran antara 1-2 ton/ha dalam bentuk kalsit atau dolomit.

Kapur dimasukkan ke dalam tanah pada saat pembuatan bedengan. Selama pembuatan bedengan itu pula dilakukan pemupukan dengan dosis pupuk kandang berkisar antara 12,5-17,5 ton/ha, serta pupuk dasar berupa ZA, Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing 250 kg yang disebar me rata dan dicampur dengan tanah di bedengan.

III. Penanaman

Waktu tanam dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Sementara untuk bibit yang akan ditanam, harus memiliki 3-4 helai daun atau kira-kira berumur 1 bulan, dengan jarak tanam 50×50 cm untuk kultivar dengan tajuk melebar dan 45×65 cm untuk kultivar dengan tajuk tegak.. Saat penanaman, lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai merusakkan akar atau daun.

IV. Pemeliharaan

Untuk langkah-langkah pemeliharaan terdiri atas berbagai aktifitas diantaranya adalah:

a. Penyulaman

Untuk tanaman bunga kol yang rusak ( tidak sehat ) atau yang mati harus diganti dengan tanaman baru atau yang lazim disebut penyulaman. Penyulaman dilakukan sampai tanaman berumur 2 MST.

b. Penyiangan

Penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Penyiangan dihentikan pada akhir fase vegetative.

c. perempelan

Untuk tunas yang keluar dari cabang, harus dilakukan perempelan sedini mungkin agar ukuran dan kualitas massa bunga dapat terbentuk optimal. Setelah massa bunga terbentuk, agar massa bunga ternaungi dari cahaya matahari, maka daun-daun tua diikat. Penaungan berfungsi untuk mempertahankan warna bunga agar tetap putih.

d. pemupukan

Pemberian pupuk susulan sebanyak 3 kali dilakukan selama masa pertumbuhan:

- Pertama, diberikan 7-10 HST yang terdiri dari SP-36 150 kg/ha, Urea 75 kg/ha, ZA 150 kg/ha, dan KCl 75 kg/ha

- Kedua, diberikan 20 HST yang terdiri dari Urea 75 kg/ha, ZA 150 kg/ha SP-36 75 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha.

- Ketiga, diberikan 30-35 HST yang terdiri dari Urea 100 kg/ ha, ZA 150 kg/ha dan KCl 150 kg/ha. Jika perlu diberikan juga pupuk daun dengan kadar N dan K tinggi.

V. Pengairan dan Penyiraman

Agar tumbuh dengan baik, tanaman bunga kol harus diairi pada pagi dan sore hari, 1 terutama pada saat tanaman berada pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan bunga.

VI. Pengendalian HPT

Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman (HPT) kembang kol, dilakukan lewat rotasi tanaman dengan tanaman selain famili kubis-kubisan. Sedang untuk pengendalian biologis dengan cara mengaplikasikan organisme yang menjadi musuh bagi hama serta mengaplikasikan pestisida biologis atau kimiawi.

III. Penanaman

Waktu tanam dapat dilakukan pada pagi atau sore hari. Sementara untuk bibit yang akan ditanam, harus memiliki 3-4 helai daun atau kira-kira berumur 1 bulan, dengan jarak tanam 50×50 cm untuk kultivar dengan tajuk melebar dan 45×65 cm untuk kultivar dengan tajuk tegak.. Saat penanaman, lakukan dengan hati-hati dan jangan sampai merusakkan akar atau daun.

IV. Pemeliharaan

Untuk langkah-langkah pemeliharaan terdiri atas berbagai aktifitas diantaranya adalah:

a. Penyulaman

Untuk tanaman bunga kol yang rusak ( tidak sehat ) atau yang mati harus diganti dengan tanaman baru atau yang lazim disebut penyulaman. Penyulaman dilakukan sampai tanaman berumur 2 MST.

b. Penyiangan

Penyiangan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman. Penyiangan dihentikan pada akhir fase vegetative.

c. perempelan

Untuk tunas yang keluar dari cabang, harus dilakukan perempelan sedini mungkin agar ukuran dan kualitas massa bunga dapat terbentuk optimal. Setelah massa bunga terbentuk, agar massa bunga ternaungi dari cahaya matahari, maka daun-daun tua diikat. Penaungan berfungsi untuk mempertahankan warna bunga agar tetap putih.

d. pemupukan

Pemberian pupuk susulan sebanyak 3 kali dilakukan selama masa pertumbuhan:

- Pertama, diberikan 7-10 HST yang terdiri dari SP-36 150 kg/ha, Urea 75 kg/ha, ZA 150 kg/ha, dan KCl 75 kg/ha

- Kedua, diberikan 20 HST yang terdiri dari Urea 75 kg/ha, ZA 150 kg/ha SP-36 75 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha.

- Ketiga, diberikan 30-35 HST yang terdiri dari Urea 100 kg/ ha, ZA 150 kg/ha dan KCl 150 kg/ha. Jika perlu diberikan juga pupuk daun dengan kadar N dan K tinggi.

V. Pengairan dan Penyiraman

Agar tumbuh dengan baik, tanaman bunga kol harus diairi pada pagi dan sore hari, 1 terutama pada saat tanaman berada pada fase pertumbuhan awal dan pembentukan bunga.

VI. Pengendalian HPT

Untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman (HPT) kembang kol, dilakukan lewat rotasi tanaman dengan tanaman selain famili kubis-kubisan. Sedang untuk pengendalian biologis dengan cara mengaplikasikan organisme yang menjadi musuh bagi hama serta mengaplikasikan pestisida biologis atau kimiawi.

Sumber: www.kebunpedia.com

Petunjuk Budidaya Buah Tin Secara Benar

Petunjuk Budidaya Buah Tin Secara Benar



Buah Tin sangat kental dan terkenal didalam agama Islam selain masuk kedalam Al'quran, Buah Tin juga masuk kedalam hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Darba. Karena itu juga lah, Buah Tin dibudidayakan selain dari rasanya yang enak dan lezat serta mempunyai keunikan. Di Indonesia sendiri, budidaya Buah Tin masih sangat sedikit, karena Buah Tin ini sendirinya belum tidak ada di Indonesia karena harus mengimpor dari negara asalnya. Buah Tin mempunyai keunikan karena buah yang produktif tidak mengenal musim dan akan terus berbuah dan tidak memiliki bunga. Varian dari Buah Tin ini banyak, setidaknya ada 12 varian yang dapat kita temui yakni tin yordan, tin ungu, red palestine red turki, brown turki, negronne, black ischia, libya, black turki, long yellow, panace tiger, dan juga flanders. Pohon tin yordan merupakan yang paling terkenal di Indonesia karena sangat sering berbuah, jika buahnya matang akan berwarna menguning dan rasanya paling manis dari buah tin lainnya. Karena sering berbuah tanpa mengenal musim, Buah Tin jadi cocok untuk dibudidayakan dan peluang besar untuk mendapatkan untung. Berikut ini cara budidaya Buah Tin yang selalu panen sepanjang tahun.
Pedoman Budidaya Buah Tin Agar Berhasil

1. Pemilihan Bibit Pohon Buah Tin

Bibit pohon Buah Tin haruslah yang berkualitas yang ditandai dengan besaran dari batang bibit jika dilihat dari secara kasat mata. Besar batangnya jangan sampai sekecil batang pensil karena yang bagus haruslah minimal 2x batang pensil. Kemudian kondisi bibit pohon Buah Tin haruslah prima dan juga telah siap untuk dibawa seperti pada akar apakah akarnya kuat dan banyak atau tidak, atau bisa juga melihat tunas - tunas daun masih segar atau tidak dan juga pilihlah yang berdaun banyak. Jika memang melalui bibit Buah Tin, pilihlah buah yang berwarna hitam untuk dijadikan benih karena ciri dari Buah Tin yang enak dan lezat ialah semakin hitam.
2. Menyiapkan Benih

Setelah memilih bibit benih Buah Tin, selanjutnya ialah ambil buah tin yang telah mengering dan tua, lalu belah buahnya dan juga pisahkan biji yang ada dibuahnya. Jemur biji Buah Tin hingga kering dan angkat biji lalu diletakkan ditempat kering lagi teduh. Siapkan lokasi untuk digunakan penyemaian biji - biji dari Buah Tin, dengan ambil polybag atau bisa nampan khusus untuk penyemaian. Isi campuran tanah, sekam dan atau pupuk kandang serta pasir dengan mempunyai perbandingan 2:2:1. Diamkan tempat penyemaian 2 hari sebelum melakukan penyemaian. Saat ingin melakukan penyemaian, rendam dahulu bibit Buah Tin. Pisahkan bibit yang mengambang karena tumbuhnya akan kecil. Dan ratakan ditempat penyemaian dan tutup dengan tanah secara merata dan tipis. Penyiraman dilakukan dipagi dan sore hari secara rutin dengan menggunakan spray. Sekitar 3-5 minggu bibit Buah Tin akan mengeluarkan tunas. Setelah tunas mencapai 15 cm ketinggiannya, bibit dapat dipindahkan ke plastik polybag sebelum ditanam ditempat permanen.
3. Menyiapkan Lahan Tanam

Siapkan pot yang berukuran besar atau bisa juga drum bekas dengan memotong 2 bagian atau bisa juga diperkarangan rumah yang tidak terlindung dari sinar matahari dengan membuat lubang tanam 50x50 cm dan kedalaman 50x60cm, isi pot dengan campuran tanah dan juga pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Tanah yang digunakan haruslah yang gembur dan juga subur, dapat juga dicampur dengan pasir sedikit. Biarkan pot selama 2 minggu sebelum akan ditanami.
4. Menanam Bibit Buah Tin

Bibit dari Buah Tin yang siap ditanam bisa dipindahkan ketempat penanaman permanen dengan melepas polybag secara perlahan supaya tanah penyemaian tidak hancur. Masukkan ketempat tanam dan tutup kembali dengan menggunakan tanah, dan padatkan dengan perlahan. Setelah penanaman, siram bibit dengan sewajarnya agar buah tin tidak busuk.
5. Merawat Tanaman Buah Tin

Perawatan Buah Tin tidak begitu sulit karena tanaman ini telah beradaptasi dengan iklim yang ada di Indonesia. Dengan lakukan penyiraman secara teratur dipagi dan sore hari. Bersihkan tumbuhan liar yang ada disekitar buah tin. Untuk pemupukan, bisa dilakukan ketika umur pohon Buah Tin telah mencapai 4 bulan.
6. Pemanenan Buah Tin

Untuk pemanenan karena buah tin tidak mengenal musim, setelah 4 bulan penanaman buah tin akan mulai menghasilkan.

Demikianlah informasi mengenai cara budidaya buah tin yang selalu panen sepanjang tahun. Untuk mendapatkan informasi lainnya mengenai cara budidaya lain, silahkan berkunjung ke blog cara budidaya, semoga bermanfaat.

Sumber: deedzarinthebest.blogspot.co.id